Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Tipu Daya Syetan

      Misi yang di emban syetan adalah mencari teman sebanyak-banyaknya untuk menggoyahkan keimanan seseorang. Godaan-godaan syetan dalam menjerumuskan manusia tersebut bisa berupa dengan cara menyuguhkan segala kesenangan, kenikmatan, kemaksiatan, dan kemunkaran dalam bingkai yang indah menawan. Dengan cara ini manusia diharapkan bisa terseret kedalam “samudra” buatan syetan.             Allah SWT berfiman ; “Sesungguhnya syetan itu hanyalah hendak mengadakan diantaramu permusuhan dan kebencian (lewat) minuman keras dan judi, dan menghalangimu daripada mengingat Allah dan daripada shalat. Oleh sebab itu, belum jugakah kamu mau berpikir?” (QS. Almaidah : 91)             Syetan itu amat pandai menutupi kejahatan dengan kebaikan atau keberuntungan. Sepertihalnya; judi, khamer (minuman keras),dan perjinahan. 1.       Tentang J...

Tentang Kematian

T ertulis dalam ki tab Durratun Nashihin, dikisahkan bahwa di sudut Kota Madinah, terjadi sebuah percakapan antara Sulaeman bin Abdul Malik, seorang penguasa di zaman Bani Umayah, dengan Abu Hazim. Kedua orang tersebut bercakap-cakap tentang kematian.             “Ya Abu Hazim, apa sebabnya saya ini merasa takut akan datangnya kematian?” Kata Sulaeman bin Abdul Malik.             “Karena anda merusak akherat dan hanya membangun dunia. Itulah yang menyebabkan anda takut mati. Enggan meninggalkan alam dunia yang sudah begitu indahnya anda bangun, untuk pindah ke tempat yang baru yang masih dalam keadaan rusak,” jawab Abu Hazim.             “Tolong jelaskan, bagaimana keadaan orang yang pergi menghadap Allah itu ya Abu Hazim?”             “Jika orang itu shaleh,...

Tentang Ikhlas

Dalam kitab Mukhtasar Ihya’, Syekh Syarafudin Yunus menerangkan, bahwasanya siapa yang tulus ikhlas dalam beramal, meskipun tidak niat, maka akan terbukti berkah dari amalan tersebut, bagi dirinya dan keturunannya hingga hari kiamat.             Diriwayatkan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, maka berduyun-duyunlah semua bianatang hutan datang menemuinya untuk memberikan salam. Kemudian Adam AS mendo’akan tiap-tiap jenis binatang menurut apa yang layak baginya. Maka datanglah sekelompok rusa (kijang) seraya dido’akan dan di usap punggungnya. Tiba-tiba tubuh rusa itu mengeluarkan misik (harum kasturi).             Dilain waktu rusa yang lainnya bertanya,”Darimana kamu mendapatkan itu?”             Maka dijawab, “Kami menemui kekasih Allah,Adam AS, lalu beliau mendo’akan dan mengusap punggung kami.”  ...

Tentang Ibadah Yang Tercela

Majelis Ulama Indonesia pernah mengeluarkan fatwa tentang masalah aliran sesat yang meresahkan umat dan menggoyahkan akidah. Tujuan MUI mengeluarkan fatwa agar pihak aparat keamanan dapat mengambil tindakan hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan di Indonesia (KH.Miftah Farid, ”Aliran Sesat”, Pikiran Rakyat,7 Juni 2012).             Beliau mengatakan, berkembangnya aliran sesat bisa disebabkan beberapa hal. Pertama, mencari hidayah Allah dengan cara salah,seperti bertapa dan merenung . Menurut Pak Miftah, Islam tidak mengenal bertapa. Ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dapat melalui saum, tahajud, dan dzikir. Justru ketika bertapa, kata Pak Miftah, setan akan lebih mudah masuk sampai-sampai ada orang yang mengaku menjadi nabi.             Terkait berkembangnya aliran sesat, menurut Pak Miftah, akibat ada orang yang dipuji secara berlebihan...

Tentang Khalwat (bertapa)

Jangan sampai salah cara dalam mencari hidayah Allah SWT. Barangkari itulah yang ingin ditegaskan KH.Miftah Fadidl, dalam artikelnya berjudul “Aliran Sesat” (Pikiran Rakyat,edisi 7 Juni 2012) terkait larangan bertapa.             Beliau mengatakan, ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dapat melalui saum, tahajud, dzikir, dan membaca al-Qur’an. Justru ketika bertapa,kata beliau, syetan akan lebih mudah masuk.             Ma’asyiral muslimin, ketika Nabi SAW dirundung malang, beliau mencari pencerahan batin dengan cara bertapa atau khalwat (menyepi) di Goa Hiro. Hal itu dilakukannya selama kurang lebih empat tahun disela-sela kesibukannya mengurus bisnis perdagangan bersama Siti Khodijah,istrinya, hingga akhirnya beliau mendapatkan wahyu illahi melalui perantaraan malaikat Jibril.Demikian halnya Nabi Musa AS, beliau mendapat sepul...

T a q w a

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam (setiap) urusannya.”  (Qs. Ath-Thalaq : 4 )                 Kata “taqwa” asal maknanya adalah mengambil tindakan penjagaan dan pemeliharaan diri dari sesuatu yang mengganggu dan memudharatkan . Dalam istilah “syara” (hukum Islam), taqwa berarti menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintahNya, ta’at kepadaNya, menjauhi larangan serta perbuatan maksiat.             Kalangan ahli tasawuf (sebuah disiplin ilmu yang banyak membahas masalah batiniah atau rohani) berpendapat, taqwa artinya membentengi diri dari siksa Allah dengan jalan ta’at kepadaNya. Sementara para fuqaha (ulama ahli fikih) berpendapat, taqwa berarti menjaga diri dari segala sesuatu yang melibatkan diri kepada dosa.  ...

Sosok Teladan Muslimah Sejati

S uatu hari Fatimah Binti Rasulullah SAW  bersama Hasan,anak lelakinya yang masih kecil, berkunjung ke rumah Siti Muthi’ah. Bukan main bangga dan gembiranya Siti Muthi’ah menerima kedatangan putri Rasulullah SAW meski sedikit ada rasa heran,ada apa gerangan putri Rasulullah SAW datang menemuinya.             Kemudian Fatimah mengutarakan maksud kedatangannya. Maka Muthi’ah pun berkata,”Sungguh bahagia aku menyambut kedatangannmu Fatimah. Namun maaf beribu-ribu maaf, aku hanya dapat menerima kedatanganmu saja. Tadi sebelum berangkat kerja suamiku mengamanahkan agar aku tidak menerima tamu laki-laki dirumahku.”             Mendengar perkataan itu Fatimah pun tersenyum,” Wahai Muthi’ah, ini Hasan putraku dan dia masih kecil.” Muthi’ah menjawab,”Sekali lagi maafkan aku Fatimah, meskipun ia masih kecil tetapi ia laki-laki. Sungguh aku tidak dapat melanggar amanah sua...

Proses Penciptaan Manusia

S ebelum manusia terlahir ke alam dunia yang fana ini, terlebih dahulu telah melampaui sebuah proses dalam kandungan yang disebut alam rahim. Sebagai muslim yang beriman kita harus memercayai bahwa proses di dalam kandungan (rahim) itu tidak lah hanya merupakan proses fisik belaka, akan tetapi juga meliputi proses gaib yang hanya diketahui dengan benar dan hakiki oleh Allah semata (Saefullah & Ahmad MA, “Sisi Gaib Perjalanan Manusia dari Alam Kandungan Hingga Alam Akhirat” ,Karya Agung,Surabaya,2003).      Menurut penafsiran para ulama, bahwa proses penciptaan manusia ada dua macam, yaitu penciptaan min turab (dari tanah) adalah khusus untuk penciptaan Adam AS., sedangkan bagi anak turunannya berlaku cara penciptaan yang kedua, yaitu berproses dalam rahim sebagai nutfah (cairan) selama 40 hari. Proses selanjutnya sebagai ‘alaqah (darah yang menggumpal) selama 40 hari, kemudian sebagai mudhghah (sekerat daging) selama 40 hari pula. Tiga proses ini memak...

Mengeluh Tidak Akan Menyelesaikan Masalah

“Urungkan niat kebutuhanmu kepada orang yang kamu kehendaki, niscaya kamu sederajat dengan dia. Dan berbuatlah baik kepadanya niscaya kamu jadi penguasanya.” Ungkapan bijak tersebut senafas dengan pepatah  ulama yang mengatakan, janganlah kita membiasakan diri berkeluh kesah atau membicarakan kesusahan kepada orang lain, itu akan mengakibatkan kurangnya rasa (hormat) dan simpati dia. Bahkan lebih jauhnya lagi (mungkin) kita akan dijauhi atau ditinggalkan oleh teman-teman, kerabat atau colega.             Artinya, mengeluh bukan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Obat untuk menghilangkan kesusahan atau rasa duka senantiasa positive thinking (selalu berpikiran positif).Pandai memetik hikmah (kebaikan) dari setiap permasalahan yang dihadapi. Allah SWT berfirman : "Dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapapun." (QS.Al-Kahf : 19)           ...

Kuasa Do’a

Abdul Kadir tahu, kalau perjalanan ke Bagdad itu harus ditempuh sehari semalam. Kalau ia berangkat pagi itu juga, menjelang dini hari baru tiba kembali dirumahnya. Ibunya sakit keras dan harus mendapat obat dengan segera. Satu-satunya yang dapat menolong hanya pamannya,seorang tabib. Baginya, apapun yang akan terjadi, keselamatan ibunya jauh lebih penting dibandingkan dengan persoalan lainnya. Adik Abdul Kadir berjumlah lima orang. Dia paling besar. Sementara kelima adiknya tadi masih kecil-kecil. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal.             Mengetahui Abdul Kadir akan pergi menemui pamannya, semula ibunya keberatan. Tetapi Abdul Kadir tetap bersikeras. Akhirnya dengan terharu sang ibu mengijinkan kepergian putranya itu seraya mendo’akan agar Allah senantiasa melindunginya.              Perjalanan ke Bagdad untuk meminta obat kepada pamannya itu tidak me...