Langsung ke konten utama

Kiat Mengusir Rasa Malas



Ditinjau dari sisi psikologis, malas memang bukan penyakit fisik yang dapat terlihat secara kasat mata, namun termasuk penyakit dalam diri yang berbahaya karena menyerang pusat seluruh organ tubuh kita, yaitu hati. Selain itu juga malas dapat menyebabkan kelemahan mental,karena memang “virus” malas menyerang bagian penting dalam pergerakan hidup manusia. Demikian papar Yuni dalam artikelnya berjudul,”Resep Anti Malas”(Tabloid News,edisi Oktober 2010).


Ia menegaskan, banyak paktor yang menyebabkan orang menjadi malas,diantaranya; terlalu terbebani dengan tugas, tidak suka dengan pekerjaan yang ia kerjakan, keadaan yang tertekan, dan bisa juga karena terlalu banyak harapan yang tidak dapat direalisasikan,dll. Tapi semua itu tidak dapat dijadikan alasan seseorang untuk bermalas-malasan. Menurutnya, manakala mulai merasakan adanya gejala-gejala penyakit malas maka lakukanlah kiat-kiat berikut ini:

1.      Lakukan introspeksi diri serta harus punya keinginan kuat untuk berubah
Mulai lah dari sekarang, tak ada kata nanti, esok, ini dan itu. Semua sudah harus dimulai saat ini juga karena kita harus pandai mengatur waktu dan kesempatan yang kita miliki. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?

2.      Bangkit, bergerak, dan cari motivasi untuk terus bangkit
Setelah membulatkan tekad dan niat untuk meninggalkan kemalasan, kita mulai kembali beraktifitas. Kita bisa memulai dari kegiatan yang paling kita sukai namun masih membawa manfaat. Mulai lah dengan kegiatan yang disukai dalam mengisi hari-hari mu.

3.      Ciptakan tujuan dan target hidup
Tujuan dan target ibarat peta, tanpa peta perjalanan hidup akan terasa hampa dan tak terarah.

4.      Benahi hati
Pusat penyakit malas adalah hati. Semua akan dapat diselesaikan dengan menyembuhkan hati. Dalam agama Islam, para ulama memberikan lima alternative untuk merehabilitasi hati yang sedang “error”, diantaranya yaitu membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan (akan makna-maknanya).

5.      Bentuk komunitas yang baik
“Bergaul dengan tukang minyak wangi akan terbawa harum,bergaul dengan tukanag las (panday) akan terkena baunya dan percikan api.” Begitulah kiranya pepatah mengatakan. (Artinya,hati-hatilah dalam memilih teman bergaul).

6.      Ciptakan kegiatan baru
Setiap sesuatu punya sebab akibat. Karenanya usahakan semaksimal mungkin untuk meninggalkan segala paktor pendorong munculnya kemalasan. Tidur-tiduran, nonton acara televisi dan mendengarkan radio yang kurang bermanfaat,ngerumpi, berleha-leha, menunda-nunda adalah sebagian aktifitas yang harus di “black list” dalam agenda hidup kita.

Untuk melaksanakan resep ini, kataYuni, semua akan terasa sulit,pada awalnya.Tapi kita harus yakin, dengan berjalannya waktu dan proses kita pasti dapat melewati itu semua. Terus dan terus berjuang untuk meraih sukses.

            Penulis sendiri punya  “ramuan” khusus guna melengkapi resep Yuni. Ramuan tersebut irit saja bahannya, yaitu 2D. Apa itu 2D? “D” pertama adalah do’a, “D” kedua adalah disiplin.

1.      Do’a
Ketika segala daya upaya perjuangan dirasakan hampir mentok, resep yang tidak boleh dilewatkan adalah berdo’a. Do’a adalah senjata muslim yang beriman. Di dalam risalah Islam ada do’a yang berkhasiat untuk menghilangkan rasa malas seperti yang dijarkan Rasulullah SAW, di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari,  berbunyi: “Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi walhujni, wal ‘ajji wal kasali, wal buhli wal jubni, wadlal ‘iddaini waghalaabatir rijaali” (Ya Allah aku berlindung dari kebingunan dan kesusahan, dan dari kelemahan serta kemalasan, dan dari sifat kikir serta penakut, dan dari banyaknya hutang, serta kekejaman orang (yang berniat) jahat.”

2.      Disiplin
Hidup harus punya agenda. Dimulai bangun pagi, melaksanakan shalat subuh (bagi muslim). Kita tahu bahwa shalat merupakan media penghubung antara manusia dengan Allah SWT (makhluk dengan khaliq). Melalui shalat kita melakukan tobat memohon ampunan Allah atas segala dosa yang pernah kita perbuat. Melalui shalat kita mohon Kasih Sayang Allah, mohon dicukupi segala keperluan hidup dan segala bentuk rizki. Dalam shalat senantiasa kita memuji dan meng-agungkan Allah SWT.
Baarakallaahu lii walakum.***
                                                      (Lili Guntur)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tipu Daya Syetan

      Misi yang di emban syetan adalah mencari teman sebanyak-banyaknya untuk menggoyahkan keimanan seseorang. Godaan-godaan syetan dalam menjerumuskan manusia tersebut bisa berupa dengan cara menyuguhkan segala kesenangan, kenikmatan, kemaksiatan, dan kemunkaran dalam bingkai yang indah menawan. Dengan cara ini manusia diharapkan bisa terseret kedalam “samudra” buatan syetan.             Allah SWT berfiman ; “Sesungguhnya syetan itu hanyalah hendak mengadakan diantaramu permusuhan dan kebencian (lewat) minuman keras dan judi, dan menghalangimu daripada mengingat Allah dan daripada shalat. Oleh sebab itu, belum jugakah kamu mau berpikir?” (QS. Almaidah : 91)             Syetan itu amat pandai menutupi kejahatan dengan kebaikan atau keberuntungan. Sepertihalnya; judi, khamer (minuman keras),dan perjinahan. 1.       Tentang J...

Tentang Khalwat (bertapa)

Jangan sampai salah cara dalam mencari hidayah Allah SWT. Barangkari itulah yang ingin ditegaskan KH.Miftah Fadidl, dalam artikelnya berjudul “Aliran Sesat” (Pikiran Rakyat,edisi 7 Juni 2012) terkait larangan bertapa.             Beliau mengatakan, ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dapat melalui saum, tahajud, dzikir, dan membaca al-Qur’an. Justru ketika bertapa,kata beliau, syetan akan lebih mudah masuk.             Ma’asyiral muslimin, ketika Nabi SAW dirundung malang, beliau mencari pencerahan batin dengan cara bertapa atau khalwat (menyepi) di Goa Hiro. Hal itu dilakukannya selama kurang lebih empat tahun disela-sela kesibukannya mengurus bisnis perdagangan bersama Siti Khodijah,istrinya, hingga akhirnya beliau mendapatkan wahyu illahi melalui perantaraan malaikat Jibril.Demikian halnya Nabi Musa AS, beliau mendapat sepul...

Ikhlas

Ikhlas dalam beramal merupakan hal penting yang harus kita usahakan dan kita laksanakan. Karena tanpa ikhlas, amalan sebesar apapun tidak ada artinya dihadapan Allah SWT.             “Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu., dan barang siapa menghendaki pahala akherat, Kami berikan pula kepadanya (pahala)akherat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 145) Alkisah, sepulang menunaikan ibadah haji, Muhammad Jamal sungguh merasa sudah memiliki kelebihan. Selain menyandang gelar haji, juga cukup bertambah ilmu pengetahuannya. Selama di Mekah dan Madinah ia sering menghadiri majelis ta’lim. Ikut mendengarkan berbagai uraian para syekh di tanah suci. Sesekali ikut bertanya atau berkomentar sehingga ilmu pengetahuannya mengenai agama Islam semakin bertambah. Maka begitu tiba di tanah air, Muhammad Jamal berniat segera mengamalka...