Langsung ke konten utama

Hukum Memperingati Maulid Nabi SAW




HE. Hudaya dalam artikelnya mengatakan, peringatan maulid Nabi SAW adalah bukti kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. (“Meneladani Akhlaq Rasulullah”,PR ,edisi 15 Pebruari 2013). Benarkah demikian? Apakah memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW diperintahkan atau diajarkan oleh Rasulullah SAW? Kalau tidak, kenapa dilaksanakan? Bukankah sesuatu yang tidak ada contohnya dari Rasul termasuk perbuatan bid’ah?

            Perbedaan pendapat mengenai hukum memperingati maulid Nabi SAW terus bergulir. Ada yang memberikan dukungan ada juga yang menentang. Bagi yang biasa melaksanakan mereka berpandangan dengan berdasarkan argument bahwa: “Mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW itu sesuatu yang bid’ah hasanah,karena didalam pelaksanaannya penuh dengan kebaikan dan perkara-perkara yang terpuji.” Pendapat ini disampaikan Imam As-Suyuti dalam kitab Hawili al-Fatawa Syaikhul Islam. Pendapat yang sama disampaikan oleh Ibnu Hajar Al-Asqolani ketika ditanya mengenai perbuatan menyambut Maulid Nabi SAW.

            Kemudian ada hadits yang menceritakan bahwa siksa (kubur)  Abu Lahab setiap hari Senin diringankan. Hal itu karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran keponakannya (Nabi Muhammad SAW). Meski Abu Lahab sendiri tidak pernah mau mengakuinya Muhammad sebagai nabi. Ketika itu ekpresi kegembiraan Abu Lahab saat mendengar berita kelahiran Nabi SAW diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya,Tsuwaibah, yang saat itu menyampaikan berita kelahiran Nabi SAW. Perkara ini dinyatakan dalam Shahih Bukhari.  Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakan dalam kitabnya Siratunnabi, jilid I halaman 124.

            Selanjutnya bagi kelompok yang menetang dan  melarang mengadakan kegiatan memperingati maulid Nabi SAW mereka berpegang pada dalil bahwasanya:
1.      Allah SWT berfirman : “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu,dan telah kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al-Maidah : 3). Ayat tersebut menjelaskan bahwa agama Islam itu telah sempurna, tidak boleh ditambah-tambah lagi atau dikurangi. Maka untuk orang yang biasa mengadakan perayaan maulid Nabi SAW berarti menentang ayat ini dan menganggap agama Islam belum sempurna, masih perlu direvisi. Dengan demikian sungguh mengadakan peringatan maulid Nabi SAW itu bertentangan dengan ayat di atas.
2.      Rasulullah SAW bersabda: “Hindarilah amalan yang tidak kucontohkan (bid’ah), karena setiap bid’ah menyesatkan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)
“Barang siapa menghidupkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam din kami, amalnya ditolak.” (HR.Mutafak ‘alaih).

            Kedua hadits tadi menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Nabi SAW tidak akan diterima disisi Allah SWT. Termasuk mengadakan peringatan maulid Nabi SAW, tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW. Dalam hal ini penulis cenderung tidak melaksanakan perkara-perkara yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW berdasarkan pada firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 7 yang artinya: “Dan apa-apa yang dicontohkan (diajarkan) oleh Rasulullah terhadap kamu maka laksanakan, dan apa-apa yang tidak dicontohkan (diajarkan) kepada kamu maka tinggalkan.”
            Baarakallaahu lii walakum.***

                                                                            (Lili Guntur)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tipu Daya Syetan

      Misi yang di emban syetan adalah mencari teman sebanyak-banyaknya untuk menggoyahkan keimanan seseorang. Godaan-godaan syetan dalam menjerumuskan manusia tersebut bisa berupa dengan cara menyuguhkan segala kesenangan, kenikmatan, kemaksiatan, dan kemunkaran dalam bingkai yang indah menawan. Dengan cara ini manusia diharapkan bisa terseret kedalam “samudra” buatan syetan.             Allah SWT berfiman ; “Sesungguhnya syetan itu hanyalah hendak mengadakan diantaramu permusuhan dan kebencian (lewat) minuman keras dan judi, dan menghalangimu daripada mengingat Allah dan daripada shalat. Oleh sebab itu, belum jugakah kamu mau berpikir?” (QS. Almaidah : 91)             Syetan itu amat pandai menutupi kejahatan dengan kebaikan atau keberuntungan. Sepertihalnya; judi, khamer (minuman keras),dan perjinahan. 1.       Tentang J...

Tentang Khalwat (bertapa)

Jangan sampai salah cara dalam mencari hidayah Allah SWT. Barangkari itulah yang ingin ditegaskan KH.Miftah Fadidl, dalam artikelnya berjudul “Aliran Sesat” (Pikiran Rakyat,edisi 7 Juni 2012) terkait larangan bertapa.             Beliau mengatakan, ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dapat melalui saum, tahajud, dzikir, dan membaca al-Qur’an. Justru ketika bertapa,kata beliau, syetan akan lebih mudah masuk.             Ma’asyiral muslimin, ketika Nabi SAW dirundung malang, beliau mencari pencerahan batin dengan cara bertapa atau khalwat (menyepi) di Goa Hiro. Hal itu dilakukannya selama kurang lebih empat tahun disela-sela kesibukannya mengurus bisnis perdagangan bersama Siti Khodijah,istrinya, hingga akhirnya beliau mendapatkan wahyu illahi melalui perantaraan malaikat Jibril.Demikian halnya Nabi Musa AS, beliau mendapat sepul...

Ikhlas

Ikhlas dalam beramal merupakan hal penting yang harus kita usahakan dan kita laksanakan. Karena tanpa ikhlas, amalan sebesar apapun tidak ada artinya dihadapan Allah SWT.             “Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu., dan barang siapa menghendaki pahala akherat, Kami berikan pula kepadanya (pahala)akherat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 145) Alkisah, sepulang menunaikan ibadah haji, Muhammad Jamal sungguh merasa sudah memiliki kelebihan. Selain menyandang gelar haji, juga cukup bertambah ilmu pengetahuannya. Selama di Mekah dan Madinah ia sering menghadiri majelis ta’lim. Ikut mendengarkan berbagai uraian para syekh di tanah suci. Sesekali ikut bertanya atau berkomentar sehingga ilmu pengetahuannya mengenai agama Islam semakin bertambah. Maka begitu tiba di tanah air, Muhammad Jamal berniat segera mengamalka...